Koreksi Untuk Sang Atasan

Minggu ·

Menjadi seorang atasan adalah suatu hal yang penting bagi sebagian besar orang, lihatlah bagai mana korsi-korsi jabatan dikejar walau harus merogoh uang milyaran yang terpenting menjadi seorang atasan. Memang posisi seorang atasan sangatlah seterategis dimana pun berada, baik sebagai presiden, gubenur, bupati, menejer, derektur, apapun yang berbau atasan akan selalu jadi rebutan.

Sadarkah anda menjadi atasan tidaklah semudah yang di bayangkan, banyak hal yang harus dilakukan seorang atasan, jika sedikit saja salah melangkah maka akan berakibat patal. Ada satul koreksi yang sangat penti bagi seluruh atasan yang ada, atasan apapun dia. Koreksi itu adalah hargailah bawahan mu. Tanpa bawahan kamu tidak akan pernah menjadi seorang atasan.

Banyak orang yang mengeluh karena merasa hak-haknya sebagai bawahan sering dilanggar namun kewajiban mereka sudah melebihi sebagaimana yang telah ditentukan. Atasan nya egois, zalim, mau menang sendiri, harus ia tidak boleh berkata tidak, emosi tak terkontrol dan masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan seorang atasan.

Suatu organisasi akan baik jika pemimpin tertingginya bisa benar-benar menjaga hubungan baiknya dengan bawahan, dan lebih memanusiakan bawahannya, namun kita sering melihat terutama organisasi kecil seperti home industri menjadikan bawahan nya sama seperti alat sehingga jarang sekali atasan nya memperhatikan hak bawahan mereka, hal ini terjadi memang sebagian besar pada industri rumah tangga, karena memiliki skill dalam menejemen yang terbatas.

Sangat berbeda jika pada perusahaan besar mereka sudah mulai mengetahui bahwa memanusiakan bawahan adalah salah satu kunci sukses tercapainya tujuan sebuah organisasi, nah sekedar saran jika anda adalah seorang atasan maka hargai bawahan anda, karena dia juga manusia yang ingin di hargai. Jangan mengambil hak bawahan anda sedikitpun. Jika semua itu dilanggar maka organisasi anda lambat laun akan runtuh.

1 komentar:

achmad taher mengatakan...
15 Agustus 2010 16.53  

setuju bangat gan, itu namanaya memanusiakan manusia. tapi sekarang coba kita liat banyak juga manusia yang hanya menjadikan bawahannya sapi perahan...

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pengikut

Recent Readers

View My Profile

View My Profile

View My Profile

View My Profile

View My Profile